Minggu, 08 Desember 2013

Langit Biru


Salah satu langit biru berkata, "Ketika melihat murid-murid menjengkelkan pasti akan terasa melelahkan. Maka, hadirlah bayangan, bahwa satu diantara mereka kelak, Insya Allah akan menarik tangan kita syurga ..." 

Aku sedikit tertegun membacanya. Lalu, aku mulai mengobrak-abrik ingatan. 
Maka, muncullah bayangan tentang menara pencakar langit. Seorang guru yang asyik bercerita tentang perjalanannya ke luar negeri, sementara seorang muridnya dihukum tanpa penjelasan. Juga seorang guru yang berteriak kalut, kala kami mengaku belum paham. Lalu seorang guru yang memanggil kami dengan panggilan buruk.

Tapi! tunggu! Muncul juga bayangan Langit biru yang luas. Guru-guru yang tak pernah lupa tersenyum. Hanya tersenyum tulus kala marah. Mengangguk takzim jika kami meminta penjelasan ekstra. Memanggil kami dengan panggilan yang baik. Dan aku mulai rindu ...

Kala kusadar kini, aku dipaksa kagum pada menara angkuh yang menunggu rapuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar