
Sebuah percakapan antara rakyat dan sang Pemimpin :
Ketika masa kekhalifahan Abu Bakar, dan Umar," kata seorang lelaki pada Ali, "Negara hidup tentram, sejahtera, dan aman. Lalu mengapa ketika masamu menjadi begini? Pemberontakan di mana-mana."
Ali tersenyum, "Karena," jawabnya, "Pada masa kekhalifan Abu Bakar dan Umar, rakyatnya seperti aku. Sedangkan, pada masaku, rakyatnya seperti kamu."
Ali tersenyum, "Karena," jawabnya, "Pada masa kekhalifan Abu Bakar dan Umar, rakyatnya seperti aku. Sedangkan, pada masaku, rakyatnya seperti kamu."
Ini anekdot? mungkin ...
tapi, ini adalah kisah nyata tentang realita kehidupan. Pertanyaan abadi hingga saat ini.
"Waktu ni orang mimpin, kok jadi ancur ya? gak kayak yang waktu itu."
Membandingkan kepemimpinan seseorang dengan tujuan mengevaluasi sah-sah saja. Tapi, ketika perbandingan itu bertujuan untuk menjatuhkan kepemimpinan yang sedang berjalan, bagaimana?
Kritik sangat dibutuhkan, memang. Tapi, kritik yang membangun, bagaimana dengan kritik yang menjatuhkan tanpa solusi berarti?
Berhentilah mengutuk gelap, dan mulailah menyalakan lilin!
STOP MENGGERUTU!
Begitulah kebanyakn orang saat ini. Hobi sekali mengutuk kegelapan. Menyumpah serapahi kelam. Namun, tak juga berusaha mencari cahaya.
Jangan sekedar mengkritik, mengatakan ini dan itu adalah salah. Tapi, ketika ditanya, "Bagaimana, yang benar?" Oh ... Tuhan semua bungkam!
Jadilah lilin, walau membakar diri, ia sumbangkan diri demi mengusir kegelapan. Memberi manfaat. Tidak seperti para penggerutu, semua salah dimatanya, namun ia tak mengerti kebenaran!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar